Kamis, 26 Februari 2015

Implementasi Teknologi Informasi


Hasil gambar untuk gambar Implementasi Teknologi Informasi
Implementasi Teknologi Informasi 



Di era globalisasi ini  perkembangan teknologi semakin cepat dan cangih. Kemajuan yang paling terlihat adalah para pengguna teknologi informasi dalam proses pengolahan data menjadi informasi yang begitu cepat. Terlebih lagi dengan hadirnya internet dapat mempercepat ketersediaan dan pertukaran informasi diseluruh dunia sehingga memudahkan kita dalam mengakses informasi kapanpun dan dimanapun tanpa terbatas oleh waktu. Peranan teknologi didalam perpustakaan sangat diperlukan mengingat perpustakaan erat kaitannya dengan informasi yang dibutuhkan pengguna, oleh karena itu perpustakaan harus dapat menyediakan informasi dengan cepat, tepat dan mudah. menurut Shiyali Rammamrita Rangathan “Library is the growing organism” yang berarti perpustakaan adalah organisasi yang berkembang. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi, perpustakaan dituntut untuk lebih aktif, dinamis, cepat, tepat dan sistematis dalam segala hal, baik dalam pelayanan maupun sumber informasi yang disajikan mengingat tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan informasi yang semakin tinggi dan mereka menginginkan informasi tersebut didapat dengan cepat. Hal ini dilakukan agar keeksistenan perpustakaan dapat dipertahankan ditengah maraknya penyedia informasi yang lebih canggih. Dari pemaparan di atas dapat ditarik rumusan masalah apa itu teknologi informasi? apa itu perpustakaan? bagaimana dampak teknologi informasi dalam perpustakaan?
 Menurut William & Sawyer, (2003) teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video. Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apapun yang membantu manusia  dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi. (Martin, 1999). Jadi dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, menyusun, menyimpan, memanipulasi data, menyebar informasi  baik informasi berupa gambar, suara, video, informasi lain sehingga dapat digunakan sebagai strategi pengambilan keputusan. Jadi teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer tetapi gabungan dari teknologi komputerdan  teknologi komunikasi.
Menurut Sulistio Basuki (1991), perpustakaan adalah suatu gedung, ruang, yang dibuat untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang tesusun menurut tatanannya. Sedangkan pengertian perpustakaan menurut Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/ atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.  Sedangkan menurut IFLA (International Federation of Library Association and Instutiutions) perpustakaan adalah kumpulan materi tercetak dan noncetak atau sumber informasi yang disusun secara sistematis untuk digunakan pemakai. Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perpustakaan merupakan suatu lembaga yang bertugas menyediakan, mengelola, menyimpan dan menyebarkan sumber informasi, baik dalam bentuk tercetak maupun non cetak dengan cara yang sistematis untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Sedangkan tujuan perpustakaan adalah sebagai tempat penelitian, penyimpanan informasi, pendidikan, culture, rekreasi.


Link Artikel
 http://www.mediafire.com/view/7e54k1748fjoer7/Soal_no_4%282%29.docx

Senin, 23 Februari 2015

Penentuan Harga Jual



Penentuan Harga Jual

Harga merupakan satu hal penting, dimana harga merupakan komponen besar dari kepuasan konsumen, dan nilai produk adalah apa yang dirasakan konsumen, jadi pembeli membantu menetapkan nilai dari produk. Dari sudut pandang produsen, harga tentu saja mempunyai peranan yang sangat penting. Laba yang akan diperoleh perusahaan dan kelangsungan hidup perusahaan sangat ditentukan oleh seberapa besar pendapatan yang mereka peroleh, dan ini tergantung dari berapa banyaknya jumlah produk yang terjual. Banyaknya jumlah penjualan produk sangat di pengaruhi oleh harga jual produk itu sendiri. Jadi harga jual merupakan hal penting atas suatu produk yang dijual baik bagi produsen, maupun bagi konsumen.
Harga adalah nilai barang atau jasa yang diungkapkan dalam satuan rupiah atau satuan uang lainnya. Sedangkan harga jual adalah nilai yang dibebankan kepada pembeli atau pemakai barang dan jasa. Dalam hal ini harga jual merupakan suatu yang dapat digunakan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang dan jasa serta pelayanannya.
Dalam pengarnbilan keputusan dalam menetapkan harga jual suatu produk atau jasa, perusahaan mempunyai tujuan dan sasaran tertentu, baik itu untuk tujuan dan sasaran jangka panjang maupun pendek. Hal ini dimaksudkan agar berkelangsungan hidup suatu perusahaan dapat terjaga dan dapat ditingkatkan untuk masa-masa akan datang. Pada   prinsipnya   rumus   penentuan   harga  jual   adalah   
“Harga Jual = Biaya produksi + Biaya nonproduksi + Laba yang diharapkan
Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa harga jual merupakan biaya penuh ditambah biaya wajar atau laba yang diinginkan oleh perusahaan yang dibebankan kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa yang dijual atau diserahkan.
Tujuan pokok penentuan harga jual adalah sebagai berikut :
1.        Mencapai target penjualan (return on invesment).
2.        Memaksimumkan laba.
3.        Meningkatkan penjualan dan mempertahankan/memperluas pangsa pasar.
4.        Menstabilkan harga.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga jual
Banyak faktor yang mempengaruhi penentuan harga jual, baik dipandang dari barang yang akan dijual atau pasarnya dan tak kalah pentingnya adalah biaya untuk membuat barang tersebut. Secara singkat berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga jual adalah:
 1. Faktor laba yang diinginkan.
 2. Faktor produk atau penjualan produk tersebut.
 3. Faktor biaya dan produk tersebut.
 4. Faktor dari luar perusahaan (konsumen)”.

Metode penetapan harga jual
Salah satu kebijakan perusahaan yang penting adalah keputusan untuk menetapkan harga jual pada produknya agar profitable dan marketable. Banyak faktor yang mempengaruhi penentuan harga jual selain biaya dari pembuatan produk itu sendiri. Harga jual ini harus disesuaikan dengan jenis perusahaan, produk, dan pasarnya. ada beberapa metode penetapan harga jual yaitu :
1. Gross Margin Pricing
2. Direct cost pricing
3. Full cost pricing
4. Time and material pricing
5. Return on capital employed pricing

Perencanaan  dan  pengendalian   penjualan   untuk  mengoptimalkan laba
Penjualan merupakan suatu bidang dinamis disertai dengan kondisi yang selalu berubah-ubah sehingga selalu terjadi masalah yang baru dan berbeda. Untuk itu diperlukan suatu analisa yang ekstensif dan objektif terhadap penjualan yang dapat membantu manajer penjualan dalam mengambil keputusan sehingga tujuan perusahaan untuk memperoleh laba optimal dapat tercapai.
Penjualan harus dikendalikan agar dapat dicapai hasil pengembalian yang sebaik-baiknya. Laba bersih yang optimum akan dapat direalisir hanya bila terdapat hubungan yang wajar antara investasi modal kerja, volume penjualan, biaya operasi dan laba kotor. Oleh karena itu pengendalian akuntansi terhadap penjualan dapat dilihat dari laporan yang menganalisa kegiatan penjualan yang mengungkapkan trends dan hubungan-hubungan atau penyimpangan-penyimpangan yang tidak dikehendaki dari tujuan atau anggaran.
Perencanaan  dan  pengendalian  terhadap  penjualan  mutlak  dilakukan mengingat bahwa penjualan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perolehan laba sehingga dengan pengendalian yang baik atas penjualan maka perusahaan akan dapat mengoptimalkan laba yang diperolehnya.
Pengaruh Tingkat Harga Jual Terhadap Laba Optimal

Setiap perusahaan bertujuan untuk mendapatkan laba. Laba tersebut merupakan faktor yang sangat menentukan akan kelangsungan hidup suatu perusahaan. Perolehan laba perusahaan salah satunya dipengaruhi oleh faktor penjualan, selain itu faktor lain yang mempengaruhi besarnya laba perusahaan adalah harga jual dari produk tersebut. Harga jual merupakan masalah tersendiri yang harus mendapat perhatian dari pihak manajemen, karena dengan harga jual yang wajar maka target penjualan akan tercapai dan perusahaan akan memperoleh laba sesuai dengan yang diharapkan
Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa laba usaha atau laba optimal merupakan keuntungan yang diperoleh dari selisih antara pemasukan dengan biaya serta pengeluaran dalam kegiatan normal perusahaan.
Harga jual akan berubah jika unsur-unsur harga jual mengalami perubahan. Jadi, semakin besar harga jual yang dikeluarkan perusahaan, semakin besar laba yang diperoleh perusahaan. Dan sebaliknya semakin kecil harga jual yang dikeluarkan perusahaan maka semakin kecil laba yang diperoleh perusahaan. Sehingga dikatakan bahwa harga jual berpengaruh terhadap laba.

Dalam hubungannya dengan penetapan harga jual, tujuan dan sasaran dari penetapan harga atau tarif adalah:
  1. Untuk mencapai target dalam pengambilan keputusan
  2. Untuk mencegah persaingan
  3. Untuk mendapatkan laba maksimum
  4. Untuk menstabilkan harga
  5. Untuk mempertahankan atau memperbaiki market share.
Tujuan penetapan harga atau jasa yaitu : Penetapan harga bertujuan mengeruk uang sebanyak-banyaknya, mendapatkan uang tunai secepat mungkin, mendapatkan rate of turn yang memuaskan dan meningkatkan penjualan seluruh produk.

Tujuan penetapan harga pada perusahaan adalah :
  1. Penetapan harga untuk laba maksimal
  2. Penetapan harga untuk merebut saham pasaran
  3. Penetapan harga untuk pendapatan nasional
  4. Penetapan harga untuk sasaran laba
  5. Penetapan harga untuk promosi
Untuk lebih jelasnya bagaimana tujuan dari penetapan harga yang dikemukakan di atas maka perlu diuraikan satu persatu, yaitu :
a.       Penetapan harga untuk laba maksimal
Penetapan harga adalah suatu tujuan yang paling lazim dalam suatu perusahaan yaitu memperoleh laba yang maksimal. Para ahli ekonomi menyusun suatu model yang cukup indah untuk menetapkan harga guna memaksimalkan laba. Model ini didasarkan pada pengetahuan tentang fungsi permintaan dan harga untuk produk yang bersangkutan.
b.      Penetapan harga untuk merebut saham dipasaran
Perusahaan juga dapat memutuskan harga untuk memaksimalkan laba, makin banyak perusahaan beranggapan bahwa keuntungan jangka panjang akan meningkatkan dengan bertambahnya saham dipasaran.
c.       Penetapan harga untuk memaksimalkan pendataan atau volume
Suatu perusahaan hendaknya menetapkan harga yang dapat memaksimalkan pendapatan dari hasil penjualan sekarang. Hal ini merupakan soal menentukan kombinasi harga atau kuantitas yang menghasilkan pendapatan penjualan terbesar. Perusahaan berminat untuk secara tepat dan cepat menghasilkan dana secara tunai, mungkin karena sedang harus mencari dana, atau karena menganggap masa depan kurang menentu sehingga tidak membenarkan pembinaan secara besar.
d.      Penetapan harga untuk sasaran laba
Ada sementara perusahaan mengungkapkan tujuan penetapan harga adalah mencapai tingkat hasil laba (rate of return) yang memuaskan. Akibatnya, sekalipun harga yang lain akan dapat menghasilkan tingkat laba yang yang besar dalam jangka panjang, perusahaan akan merasa memperoleh hasil yang konvensional dengan membandingkan suatu tingkatan investasi dan resiko tertentu. Penetapan harga seperti itu adalah penetapan harga saham (target pricing) untuk jangka pendek tanpa melihat atau mennperhitungkan sasaran jangka panjang.
e.       Penetapan harga untuk promosi
Adakalanya satu perusahaan menetapkan harga khusus untuk mempromosikan penjualan semua produknya dan bukan untuk mendapatkan laba dari jenis produknya. Contohnya ialah penetapan harga pemuka (loss leader pricing) dengan memasang harga murah untuk suatu produk yang benar, dengan maksud untuk menarik sejumlah besar pembeli dan diharapkan mereka membeli pula produk-produk lainnya. Contoh lainnya adalah penetapan harga prestice yaitu menetapkan harga mahal untuk jenis produk tertentu dengan maksud meningkatkan citra mutu dari seluruh jajaran produknya.
Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa tingkat harga jual akan menggerakkan perusahaan pada pencapaian laba optimal, ketidakakuratan informasi dapat mengakibatkan kesalahan dalam penetapan harga, apakah terlalu tinggi atau terlalu rendah. Penetapan harga yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan ketidakmampuan bersaing dengan produk / jasa yang sejenis di pasar. Sedangkan penetapan harga terlalu rendah dapat mengakibatkan minimnya laba yang dihasilkan atau kerugian. Secara umum penetapan harga jual untuk mengoptimalkan pertumbuhan perusahaan, serta menjaga kelangsungan hidup perusahaan.